Dan di Indonesia

Isu politik, sosial dan ekonomi Indonesia. Sekedar isu. Bisa benar, bisa tidak. Jangan terlalu dipercaya.

Subscribe

Kenapa Mallarangeng tidak dipecat

Diposkan oleh ghobro on Kamis, Juli 02, 2009

Kontroversi yang dilakukan dua orang anggota keluarga Mallarangeng, Rizal dan Alfian dianggap dapat menurunkan elektabilitas SBY-Boediono. Meski belum terbukti, tetapi simpati sekelompok anggota masyarakat terhadap SBY-Boediono menjadi turun. Tetapi hingga saat ini, SBY-Boediono masih mempertahankan kedua orang tim sukses kontraproduktifnya tersebut. Kenapa?

Prestasi
Prestasi yang paling menonjol ditunjukkan oleh keluarga Mallarangeng melalui lembaga konsultan kampanye Fox Indonesia. Kemenangan Alex Nurdin dalam Pilgub Sumsel adalah kesuksesan pertama Fox dengan strategi kampanye yang baru yang disebut marketing politik. Sukses tersebut mengundang kepercayaan berbagai pihak terhadap Fox sehingga Fox menjadi konsultan politik terkemuka. Soetrisno Bachir dari PAN kemudian tertarik menggunakan jasa Fox.

Kemenangan gemilang Demokrat dalam Pemilu legislatif 2009 adalah puncak prestasi Fox. Wajar kemudian SBY percaya bulat kepada Fox. Bahkan diisukan Foxlah yang mengusulkan Boediono sebagai wakil SBY. Peran Fox menjadi begitu penting mengalahkan peran partai koalisi dan tim relawan. Padahal relawan adalah tulang punggung kemenangan SBY pada Pilpres 2004.

Wakil Sulawesi
Arti penting Mallarangeng bersaudara adalah asal usul etnis mereka. Senada dengan pernyataan SBY bahwa pilpres 2009 jauh lebih berat daripada pilpres 2004 di mana salah satu lawan terberat SBY adalah putra Sulawesi Jusuf Kalla, Mallarangeng bersaudara sangat menguntungkan SBY. Meskipun ada Max Sopacua dari Maluku dan Freddy Numberi dari Papua, tetapi hanya Mallarangenglah yang berani mengatakan bahwa putra Bugis belum pantas menjadi presiden. Pernyataan bernada SARA tersebut tidak akan mungkin diucapkan oleh Max dan Freddy.

Hosting murah Indonita Host| Internet Keren| Indonesian PPC| Sell your ad space with BidVertiser
Bookmark and Share

Posting terkait:



0 komentar: